FGD KKN Pemberdayaan Panti Asuhan, MPS PWM DIY-LP3M UMY

MPS PWM DIY ‎melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama dengan Lembaga ‎Penelitian, Publikasi ‎dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. ‎Pertemuan ‎tersebut berlangsung di Gedung KH. Ibrahim Lt 5 Amphitheater E6. A Universitas ‎Muhammadiyah Yogyakarta pada Jumat, 20 Oktober 2020 pagi. Acara terkhusus membahas mengenai ‎teknis penyelenggaraan KKN UMY Pemberdayaan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak ‎Muhammadiyah.‎

Kegiatan FGD melibatkan pula Majelis Pelayanan Sosial Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MPS PDM) ‎yang memiliki keberadaan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak(LKSA) di daerahnya, dalan hal ini MPS ‎PDM Sleman, Kulon Progo, Kota Yogyakarta dan Bantul. Melibatkan pula perwakilan mahasiswa dari ‎Fakultas Kedokteran UMY yang agendanya seremonial penerjunan KKN ini akan dilakukan pada hari itu ‎juga.‎


KKN UMY Pemberdayaan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak atau familiar dengan sebutan Panti ‎Asuhan ini baru pertama kali di selenggarakan oleh LP3M UMY. Mewakili ketua LP3M UMY, Dr. Aris ‎Slamet Widodo ‎menyampaikan kegiatan ini sebagai penyamaan persepsi dan langkah awal untuk ‎melakukan pemberdayaan dimana pencocokan data dan fakta di lapangan perlu dilakukan “sebelum ‎adanya kegiatan ini, kami sebelumnya telah menerjunkan Mahasiswa untuk melakukan pendataan ‎dan wawancara awal terhadap kondisi Panti Asuhan, kami telah memiliki data panti harapannya nanti ‎aka nada tanggapan dan diskusi terkait dengan apa yang akan kami lakukan kedepan untuk Mahasiswa ‎dalam program KKN UMY Pemberdayaan Panti Asuhan” tuturnya.‎


Ridwan Furqoni, M.P.I menjelaskan Majelis Pelayanan Sosial PWM DIY selama ini telah berupaya untuk ‎melakukan edukasi hingga pendampingan bagaimana suatu Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak dapat ‎dikatakan ideal. ‎‎”Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak yang kita damping berjumlah 22 lembaga ini ‎beberapa diantaranya sudah ideal dan terakreditasi A dari Badan Akreditasi Lembaga Kesejahteraan ‎Sosial (BALKS) dan beberapa diantaranya masih berproses.”‎


‎“Pendampingan terkait dengan bagaimana penyelenggaraan lembaga kesejahteraan sosial anak juga ‎terus kita sampaikan, karena selama ini awam dipandangan masyarakat luas jika Panti Asuhan itu ‎seperti lembaga Pendidikan, harus menjadi catatan jika Panti Asuhan adalah lembaga pengasuhan ‎yang memiliki fungsi sebagai pengganti keluarga, pengganti orang tua apabila orang tua anak tidak ‎dapat berfungsi sebagaimana mestinya dalam menjalankan fungsi mendidik dan mengasuh serta ‎menjadi tempat menyelesaikan permasalahan kesejahteraan sosial anak yang diawali dengan ‎assessment serta diakhiri dengan tahap terminasi” imbuhnya.‎


Adanya kerjasama ini sangat disambut baik oleh Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Muhammadiyah, ‎Fatimah, S.Pd.SD yang merupakan pengasuh LKSA Muhammadiyah Nanggulan menyampaikan ‎harapan kedepan, “Sebuah kerjasama yang luar biasa. Saat kita bicara tentang LKS Muhammadiyah, ‎maka semua memiliki standar yang sama,‎ hal itu menjadi komitmen dalam blueprint kebijakan,‎ adanya ‎maping program Renstra (Mikro, Mezzo, Makro) meliputi kelembagaan, SOP pelayanan, SDM dan ‎Finansial (Pembiayaan) semoga nanti pemberdayaan yang dilakukan dapat memfasilitasi itu semua”, ‎ungkapnya.‎


Kedepan sekema KKN UMY Pemberdayaan Panti Asuhan Muhammadiyah ini akan terintegrasi dan ‎berkelanjutan termasuk di bulan Januari 2021 LP3M UMY akan menerjunkan Mahasiswanya Kembali ‎untuk melaksanakan KKN secara penuh dengan sekema menginap di lembaga dengan harapan agar ‎pemberdayaan yang dilakukan dapat secara intensif dilakukan.‎

Post Lainnya

Penandatanganan Kerjasama JAMKESA MPS PWM DIY-‎
KL Lazismu RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan Gamping ‎

Yogyakarta, (20/11/2020) siang, berlangsung penandatanganan kerjasama Jaminan Kesehatan Anak ‎Asuh dan Pengasuh ‎(JAMKESA) Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Muhammadiyah-Aisyiyah se-D.I. ‎Yogyakarta antara Majelis Pelayanan Sosial PWM